Proses acara wisuda UIM di aula Hotel Odaita, Pamekasan.(Suaraharianpagi.id/Sin)
Pamekasan – Suaraharianpagi.id
Universitas Islam Madura (UIM) menggelar Wisuda Sarjana dan Diploma III ke-20 di Aula Hotel Odaita, Pamekasan, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusias, dihadiri jajaran pimpinan universitas, para dekan, dosen, sivitas akademika, serta para orang tua dan wali wisudawan.
Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Islam Madura Ahmad Asir, didampingi para dekan fakultas. Momen ini menjadi penanda kelulusan 478 wisudawan dan wisudawati dari 16 program studi pada jenjang sarjana dan diploma.
Rincian lulusan jenjang sarjana di antaranya Program Studi Teknik Informatika sebanyak 62 orang, Sistem Informasi 34 orang, Matematika 15 orang, Agribisnis 36 orang, Agroteknologi 13 orang, serta Agribisnis Perikanan 14 orang.
Selanjutnya, Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) meluluskan 47 orang, Hukum Keluarga Islam 40 orang, Pendidikan Fisika 16 orang, Pendidikan Biologi 17 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 22 orang, Pendidikan Guru PAUD 36 orang, Akuntansi 42 orang, dan Ilmu Hukum 18 orang.
Sementara pada jenjang diploma, UIM mewisuda 28 lulusan Program Studi D3 Kebidanan dan 38 lulusan Program Studi D3 Farmasi.
Dalam kesempatan tersebut, UIM juga memberikan apresiasi kepada wisudawan dan wisudawati berprestasi dengan capaian indeks prestasi kumulatif (IPK) terbaik. Mereka di antaranya Novita Salistiawati dari D3 Farmasi dengan IPK 3,73, Sofiayatus Zawiyah dari Teknik Informatika dengan IPK 3,76, Tumiyah dari Sistem Informasi dengan IPK 3,63.
Selanjutnya, Magfiroh dari Agribisnis dengan IPK 3,68, Wadatos Solehah Ramadhani dari Agroteknologi dengan IPK 3,70, Lutvia Anis Mumtazah dari Agribisnis Perikanan dengan IPK 3,57, Maghfiroh dari Matematika dengan IPK 3,58, serta Sisvialin Prita Dewi dari D3 Kebidanan dengan IPK 3,57.
Dalam sambutannya, Rektor UIM Ahmad Asir menyampaikan bahwa para wisudawan telah melalui proses panjang dan penuh perjuangan selama menempuh pendidikan di kampus yang dikenal sebagai “lima menara ilmu” tersebut.
“Wisuda ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya. Para lulusan UIM harus mampu bersaing di dunia kerja serta tetap mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan profesional dan sosial,” ujar Ahmad Asir.
Ia menegaskan bahwa lulusan Universitas Islam Madura diharapkan menjadi ilmuwan profesional Islami di berbagai bidang, tanpa kehilangan identitas moral sebagai seorang muslim.
“Para lulusan harus tetap profesional dalam keilmuannya, sekaligus menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai Islami dalam setiap peran yang dijalani,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ahmad Asir menjelaskan bahwa UIM merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Madura yang didirikan oleh tokoh dan ulama pondok pesantren serta tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Pamekasan. Oleh karena itu, lulusan UIM dituntut mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepesantrenan dalam kehidupan dan dunia profesional.
“Harapan kami, lulusan UIM menjunjung tinggi marwah almamater, memiliki jiwa patriotisme pesantren, berakhlak mulia, berwawasan kebangsaan, serta mencintai tanah air dengan prinsip hubbul wathan minal iman, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.*Sin
