Foto bersama usai rapat koordinasi di Kantor Bulog Cabang Mojokerto, Jalan RA Basuni (suaraharianpagi.id/dok.kodim)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Dalam upaya menjaga ketepatan sasaran dan mencegah potensi penyimpangan dalam program bantuan sosial, Perum Bulog Cabang Mojokerto menggelar rapat koordinasi lintas sektor guna membahas persiapan penyaluran Bantuan Pangan Tahun 2025.
Rapat digelar di Kantor Bulog Cabang Mojokerto, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Rabu (16/07), dan dihadiri sekitar 40 peserta dari berbagai instansi terkait.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi konkret antara pemerintah, aparat keamanan, serta elemen daerah dalam mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan.
Bantuan yang akan disalurkan berupa beras premium kemasan 10 kilogram, menyasar warga penerima manfaat di wilayah Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Jombang.
Kepala Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, S.H., M.H., menjelaskan bahwa bantuan merupakan program pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo, yang dijadwalkan disalurkan selama lima hari di bulan Juni dan Juli 2025. Gudang Bulog di Sooko akan menjadi pusat distribusi utama untuk ketiga wilayah.
“Kami ingin memastikan bantuan pangan ini tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran. Karena itu, sinergi dengan TNI, Polri, camat, lurah, dan seluruh perangkat daerah sangat penting,” ujar Husin.
Komitmen pengawalan ketat juga ditegaskan Dandim 0815/Mojokerto, Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P., M.I.P., yang menegaskan kesiapan jajarannya melalui peran aktif Babinsa dalam mendampingi distribusi bantuan.
“Ketahanan pangan adalah kunci stabilitas bangsa. Kami siap mengawal agar bantuan diterima langsung oleh masyarakat yang benar-benar berhak, sesuai data dari Bappenas. Tidak boleh ada penyimpangan,” tegas Dandim.
Senada, Kajari Kota Mojokerto Bobby Ruswin, S.H., M.H., dan Asisten Pemerintahan Setda Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, S.STP., M.Si., menekankan pentingnya transparansi dan ketertiban dalam distribusi bantuan agar tidak menimbulkan keresahan sosial.
Rapat koordinasi ditutup dengan penegasan pentingnya koordinasi dan komunikasi antarlembaga untuk memastikan program berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan tujuan utama: membantu masyarakat rentan di tengah tantangan ekonomi yang masih terasa. *arp/ds
