Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian hadir dalam kegiatan Wisuda 99 orang tua usai mengikuti program SOTH (suaraharianpagi.id/dok.kom)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Sebanyak 99 orang tua di Kecamatan Jetis resmi menyandang gelar “Orang Tua Hebat” usai mengikuti program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang digagas BKKBN. Wisuda yang digelar di Pendopo Kecamatan Jetis, Selasa (15/7), tak sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen perubahan pola asuh demi generasi bebas stunting.
Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pola asuh orang tua adalah kunci utama dalam memutus mata rantai stunting.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran dan kesungguhan orang tua dalam menerapkan ilmu yang telah didapat.
“Menyandang predikat Orang Tua Hebat bukan sekadar gelar, tapi tanggung jawab besar. Pola asuh harus berubah, lebih sadar, lebih aplikatif, dan harus berdampak langsung pada kesehatan serta karakter anak,” tegas Rizal.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Rizal juga menyemangati tiga peserta yang belum dinyatakan lulus agar terus belajar dan tidak menyerah. Ia mengingatkan, stunting bukan hanya soal angka, melainkan soal masa depan generasi Mojokerto.
Program SOTH dirancang untuk mengubah pola pikir lama yang masih kerap berkembang di masyarakat, seperti larangan pemberian kolostrum atau pantangan konsumsi ikan bagi ibu hamil dan balita. Wabup Rizal menegaskan, pola pikir seperti itu harus ditinggalkan demi tumbuh kembang anak yang optimal.
“Di seribu hari pertama kehidupan, anak membutuhkan asupan protein dan nutrisi terbaik. Itu mutlak. Jangan lagi ada pantangan-pantangan yang tidak berdasar,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan konsep pengasuhan berbasis Asah, Asih, Asuh sebagai pilar penting dalam membangun generasi sehat dan berkualitas. Asah berarti memberikan stimulasi positif bagi karakter anak, Asih menanamkan kasih sayang dan rasa aman, serta Asuh mencakup pemenuhan gizi dan kesehatan anak secara optimal.
Wabup juga memberikan apresiasi atas kolaborasi yang solid antara pemerintah desa, kecamatan, dan TP PKK dalam mendukung program ini. Ia menegaskan, seluruh keluarga dengan balita wajib mengikuti program ini sebagai bagian dari target nasional percepatan penurunan stunting.
“Kita ingin Jetis bebas stunting. Perubahan itu dimulai dari rumah, dimulai dari orang tua. Orang Tua Hebat harus benar-benar jadi teladan,” pungkasnya. *ds
