Perum BULOG mencatat pencapaian bersejarah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.(Suarahatianpagi.id/Desy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Perum BULOG mencatat pencapaian bersejarah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan beras melalui penugasan Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.115.014 ton setara beras atau 102,88 persen dari target pemerintah sebesar 4 juta ton.
Capaian tersebut tidak hanya melampaui target yang ditetapkan, tetapi juga menjadi realisasi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah BULOG berdiri. Keberhasilan ini menunjukkan peran strategis BULOG dalam menyerap hasil panen petani, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta menjaga ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat.
Realisasi pengadaan pada 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.191.969 ton setara beras. Capaian tersebut juga melampaui rekor sebelumnya pada 2012, ketika pengadaan BULOG tercatat sekitar 3,65 juta ton.
Keberhasilan ini merupakan bagian dari pelaksanaan penugasan pemerintah untuk memperkuat ekosistem pangan nasional. Melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri, BULOG berupaya memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus memastikan ketersediaan cadangan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Untuk mengoptimalkan pengadaan, BULOG memperkuat jaringan pembelian di berbagai sentra produksi, meningkatkan kesiapan fasilitas penyimpanan dan pergudangan, serta mempercepat penyerapan gabah dan beras pada musim panen.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan petani, kelompok tani, mitra penggilingan padi, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan hasil panen terserap secara optimal dan dapat memperkuat cadangan pangan pemerintah.
Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran BULOG dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
Menurut Ahmad Rizal, keberhasilan menembus angka 4 juta ton setara beras bukan sekadar pencapaian kuantitatif, melainkan hasil kerja keras dan kolaborasi dalam menjalankan amanah pemerintah di sektor pangan.
“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor tertinggi sepanjang BULOG berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan BULOG di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Keberhasilan melampaui target ini menjadi bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal,” ujar Ahmad Rizal.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan yang diberikan kepada BULOG. Apresiasi turut disampaikan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, Polri, pemerintah daerah, petani, penyuluh, mitra kerja, dan seluruh pihak yang mendukung pengadaan beras nasional.
Menurutnya, pencapaian tersebut harus menjadi motivasi bagi BULOG untuk terus meningkatkan pelayanan kepada petani, menjaga ketersediaan pangan, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.
Sejalan dengan pencapaian nasional, Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto juga mencatat realisasi pengadaan beras yang melampaui target perusahaan.
Hingga 8 Oktober 2026, pengadaan beras BULOG Mojokerto mencapai 77.300 ton setara beras atau 107,73 persen dari target yang ditetapkan.
Capaian tersebut menjadi kontribusi nyata BULOG Mojokerto dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan di wilayah Mojokerto Raya dan Jombang.
Pimpinan Cabang BULOG Mojokerto, Muhammad Husin, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi dan dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam proses pengadaan beras di wilayah kerjanya.
Ia mengapresiasi peran pemerintah daerah, TNI, Polri, petani, penyuluh pertanian, kelompok tani, mitra pengadaan, serta penggilingan padi yang telah mendukung penyerapan hasil panen petani.
“Alhamdulillah, realisasi pengadaan beras BULOG Mojokerto telah mencapai 77.300 ton setara beras atau 107,73 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama seluruh pihak, terutama Pemerintah Daerah, TNI, Polri, petani, penyuluh, kelompok tani, mitra pengadaan, dan penggilingan padi yang telah mempercayakan hasil panennya kepada BULOG. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan dan kerja keras yang telah diberikan,” ujar Muhammad Husin.
Menurutnya, dukungan seluruh pihak menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran penyerapan hasil panen sekaligus memastikan pelaksanaan pengadaan berjalan optimal.
Capaian di Mojokerto tersebut juga menunjukkan pentingnya peran daerah dalam mendukung penguatan cadangan pangan nasional. Dengan penyerapan hasil panen yang optimal, petani diharapkan memperoleh kepastian pasar, sementara ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat dapat terus dijaga.
Dalam menjalankan tugasnya, BULOG berfokus pada tiga pilar utama ketahanan pangan, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen maupun konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.
Pengadaan beras dari produksi dalam negeri menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk stabilisasi pasokan dan harga pangan serta penyaluran bantuan pangan sesuai penugasan.
Dengan realisasi pengadaan nasional yang telah melampaui 4 juta ton setara beras dan capaian BULOG Mojokerto yang mencapai 107,73 persen dari target, penguatan sinergi dengan petani dan seluruh pemangku kepentingan akan terus menjadi bagian penting dalam menjaga momentum pengadaan hingga akhir 2026.
Melalui penguatan operasional dari tingkat produksi hingga pergudangan, BULOG berkomitmen mendukung swasembada pangan berkelanjutan, memberikan manfaat bagi petani, serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia.(Dsy)




