personel TNI bersama masyarakat tampak bahu-membahu mengangkut material secara manual menggunakan gerobak. (suaraharianpagi.id/kodim0815)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Memasuki hari keempat sejak diresmikan melalui groundbreaking pada Senin (30/03), pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 0815/Mojokerto terus menunjukkan progres positif. Proyek tersebut berlokasi di Sungai Marmoyo, Dusun Bulu, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Hingga Kamis (02/04), pengerjaan tahap awal berjalan sesuai rencana. Berdasarkan pantauan di lapangan, personel TNI bersama masyarakat tampak bahu-membahu mengangkut material secara manual menggunakan gerobak. Mereka harus melewati akses jalan tanah yang berlumpur di area persawahan, sehingga menambah tantangan dalam proses pembangunan.
Semangat gotong royong menjadi pemandangan utama dalam kegiatan tersebut, meski dihadapkan pada kondisi medan yang cukup berat.
Sejumlah tahapan pekerjaan telah dilaksanakan, di antaranya pembersihan lahan dan pemasangan bouplang yang telah mencapai 100 persen. Selain itu, pekerjaan awal seperti pembesian dasar (footplate) telah mencapai 5 persen, sementara penggalian lubang anchor bentangan bawah mencapai 20 persen.
Distribusi material juga mulai dilakukan, dengan progres batu belah mencapai 25 persen dan besi 30 persen.
Komandan Kodim (Dandim) 0815/Mojokerto, Letkol Inf Abi Swanjoyo, S.Hub.Int., saat dikonfirmasi di Makodim 0815/Mojokerto, menyampaikan optimismenya terhadap kelancaran pembangunan tersebut.
“Saat ini kami fokus pada penyelesaian pekerjaan dasar, termasuk penguatan pondasi serta percepatan distribusi material. Setelah tahap awal rampung, pembangunan akan dilanjutkan pada pemasangan struktur utama jembatan secara bertahap,” ujarnya.
Ia menegaskan, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan.
“Kami berharap sinergi antara TNI dan masyarakat tetap terjaga, sehingga pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambahnya.
Jembatan dengan panjang 25 meter dan lebar 1,2 meter ini dirancang memiliki kapasitas hingga 2 ton untuk menunjang mobilitas warga. Pembangunan tersebut ditujukan guna meningkatkan aksesibilitas bagi sekitar 4.000 jiwa atau 1.290 kepala keluarga di Desa Mojosarirejo, termasuk warga luar desa yang memiliki lahan di wilayah tersebut.
Kegiatan pembangunan ini melibatkan enam personel Babinsa, dua personel Denzibang, serta 12 warga setempat. Sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan.
Dengan dukungan cuaca yang relatif bersahabat serta situasi yang aman dan kondusif, diharapkan pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. *pendim0815/ds
Tag :
#kodim0815/mojokerto #dandim0815/mojokerto #pendim0815/mojokerto #kasdim0815/mojokerto
