Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Penyaluran bantuan pangan (bapang) berupa beras dan minyak goreng untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto resmi dimulai. Kegiatan perdana ini digelar di Balai Desa Ngastemi, Kecamatan Bangsal, Kamis (2/4).
Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto, Muhammad Husin, mengatakan program bantuan pangan ini merupakan kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga.
“Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menugaskan Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan sebagai upaya memperkuat cadangan pemerintah, menjaga stabilitas pasokan, serta meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan ini diberikan untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, khususnya beras dan minyak goreng yang belakangan mengalami kenaikan harga.
Untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, jumlah penerima bantuan mencapai 156.513 orang. Data penerima bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional yang dikelola Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Secara nasional, program ini menyasar 33.244.408 penerima, dengan alokasi bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan.
“Pada penyaluran kali ini diberikan sekaligus untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret, sehingga setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” jelas Husin.
Di Desa Ngastemi sendiri tercatat sebanyak 514 penerima bantuan, sementara di Kecamatan Bangsal mencapai 6.827 penerima.
Husin berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat serta dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan keluarga.
“Kami berharap bantuan ini dikonsumsi langsung oleh penerima dan tidak diperjualbelikan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menegaskan bahwa program bantuan pangan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya setelah momentum Lebaran.
“Bantuan ini diberikan untuk menstabilkan harga beras dan minyak goreng yang saat ini masih relatif tinggi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah, yakni desil 1 hingga desil 5, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan secara berjenjang mulai dari desa hingga pemerintah pusat.
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan apabila terdapat ketidaksesuaian data penerima, agar dapat dilakukan verifikasi dan penyesuaian.
“Jika ada data yang tidak sesuai atau ganda, silakan dilaporkan melalui desa atau Dinas Sosial agar bisa diperbaiki dan dialihkan kepada yang lebih berhak,” jelasnya.
Dengan dimulainya penyaluran bantuan pangan ini, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga dan masyarakat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah dinamika ekonomi saat ini.
“Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat dan digunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga,” pungkasnya. *ds
Tag :
#bulogmojokerto #bulogjawatimur
