Proses pemadaman kebakaran tempat usaha percetakan Al Yaubi Color Print di Jalan Kedinding Lor, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. (suaraharianpagi.id/rhy)
Surabaya – suaraharianpagi.id
Kebakaran melanda tempat usaha percetakan Al Yaubi Color Print di Jalan Kedinding Lor, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Sabtu (24/10) sore. Api menghanguskan dua dari tiga lantai bangunan dan menyebabkan mesin cetak serta sejumlah stok barang terbakar. Kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu sempat membuat warga sekitar panik. Kepulan asap hitam terlihat membubung dari bangunan yang berada di kawasan padat penduduk dan tidak jauh dari Pondok Pesantren Al Fithrah.
Meski api dengan cepat membesar, seluruh karyawan dan pemilik usaha dilaporkan berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kebakaran pertama kali diketahui seorang karyawan yang sedang beraktivitas di lantai satu. Karyawan tersebut melihat dan mencium kepulan asap yang berasal dari lantai atas, kemudian berteriak meminta perhatian orang-orang di sekitar lokasi.
Zikni, anak pemilik usaha, segera menginstruksikan para karyawan untuk berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, api justru semakin membesar karena lantai dua digunakan sebagai gudang penyimpanan barang yang mudah terbakar.
“Awalnya itu korsleting AC. Lalu merembet ke kabel. Saya berusaha siram tapi api tambah besar,” ujar Zikni saat ditemui di lokasi kejadian.
Api kemudian menjalar hingga lantai tiga bangunan. Beruntung, lantai tersebut dilaporkan dalam kondisi kosong sehingga tidak ada orang yang terjebak di dalamnya.
Setelah menerima laporan warga, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dari beberapa posko menuju lokasi.
Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena banyaknya material kertas, plastik, tinta, dan barang lain di dalam gudang yang mudah terbakar. Petugas membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk mengendalikan api dan melanjutkan proses pembasahan guna mencegah munculnya kembali titik api.
Di tengah proses pemadaman, petugas sempat menghadapi kendala pasokan air ketika persediaan dalam tangki menipis. Untuk mendukung upaya pemadaman, petugas kemudian memanfaatkan sumber air dari sungai yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Upaya tersebut dilakukan agar api dapat dikendalikan dan tidak merembet ke bangunan maupun permukiman warga di sekitarnya.
Usai pemadaman, petugas kepolisian dari Polsek Kenjeran melakukan penanganan awal di lokasi kejadian untuk mengumpulkan keterangan dan menyelidiki penyebab kebakaran.
Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto mengatakan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada gangguan kelistrikan pada AC di lantai dua berdasarkan keterangan saksi.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Namun, berdasarkan keterangan saksi dan dugaan sementara, api muncul akibat korsleting listrik pada AC di lantai dua,” jelas Yuyus.
Hingga berita ini ditulis, nilai kerugian materiil masih berupa perkiraan. Kerusakan bangunan, mesin cetak, dan stok barang yang terbakar ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus mengetahui secara pasti besaran kerugian yang dialami pemilik usaha. *rhy




