Jajaran Bawaslu Kota Mojokerto bersama Anggota PWI Mojokerto di Sekretariat PWI Mojokerto Raya.(suaraharianpagi.id/ds)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto memperkuat sinergi dengan insan pers dalam mendorong pengawasan partisipatif dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga proses demokrasi yang bersih dan berintegritas.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan jajaran Bawaslu Kota Mojokerto ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya, Jalan Pekayon Nomor 99, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu (30/9).
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi dan bertukar informasi antara Bawaslu dan insan pers, khususnya terkait upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengawasi tahapan pemilu serta mencegah potensi pelanggaran sejak dini.
Jajaran Bawaslu Kota Mojokerto yang hadir antara lain Ketua/Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Diklat, Data dan Informasi, Dian Pratmawati, S.Pd.; Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Eri Setiawan, S.M.; serta Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Ilham Bagus Priminanda.
Dian Pratmawati mengatakan media dan jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus membantu membangun budaya pengawasan partisipatif.
Menurutnya, pers dapat menjadi mitra Bawaslu dalam memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga proses pemilu agar berlangsung jujur, transparan dan sesuai ketentuan.
“Jurnalis bisa menjadi mitra dalam menciptakan pemilu yang bersih, termasuk bersama-sama mencegah praktik politik uang dan berbagai potensi pelanggaran lainnya,” ujar Dian.
Ia menambahkan, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara. Masyarakat juga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dengan ikut mengawasi tahapan pemilu dan menyampaikan informasi terkait dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang tersedia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas berbagai isu dan tantangan yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan agenda demokrasi ke depan, termasuk mekanisme pemilihan pada tingkat nasional maupun regional.
Dian menyebut Bawaslu Kota Mojokerto terus memperluas sosialisasi pengawasan partisipatif kepada berbagai kelompok masyarakat. Kegiatan tersebut menyasar lembaga pendidikan, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, hingga elemen masyarakat lainnya.
Sementara itu, Ketua PWI Mojokerto Raya, Aminuddin Ilham, menyambut baik kunjungan Bawaslu Kota Mojokerto dan terbukanya ruang komunikasi dengan insan pers.
Menurut Aminuddin, pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan membantu masyarakat memahami aturan serta tahapan demokrasi. Karena itu, komunikasi antara Bawaslu dan media perlu terus diperkuat.
“Pers tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan edukasi bagi masyarakat. Kami berharap sinergi dengan Bawaslu ini dapat terus diperkuat, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya pengawasan partisipatif dan bersama-sama mencegah potensi pelanggaran sejak dini,” kata Aminuddin.
Ia menegaskan, PWI Mojokerto Raya siap mendukung penyampaian informasi yang akurat, berimbang dan sesuai prinsip jurnalistik untuk meningkatkan literasi demokrasi masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. Dengan kolaborasi antara Bawaslu, pers dan masyarakat, upaya menjaga demokrasi yang berintegritas bisa dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya. *ds-red




