Forum dialog membahas strategi komunikasi efektif bagi OPDis.(Suaraharianpagi.id/Redaksi)
Sidoarjo – Suaraharianpagi.id
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sidoarjo terus berupaya meningkatkan kualitas komunikasi publik yang lebih inklusif dan terarah. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan “Komunitas Belajar Komunikasi” yang secara khusus melibatkan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDis) sebagai pemangku kepentingan utama.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (14/4/2026) ini merupakan bagian dari kolaborasi dalam program Innovative for Indonesia’s School Children, sebuah kerja sama antara Australia dan Indonesia yang berfokus pada penguatan pendidikan dasar inklusif.
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten untuk berbagi wawasan dan strategi. Angkie Yudistia, aktivis disabilitas terkemuka, hadir untuk membahas strategi komunikasi efektif bagi OPDis dalam melakukan advokasi serta menentukan isu-isu prioritas.
Selain itu, Maulia Jayantina Islami dari BLDSM Komdigi memberikan perspektif komunikasi publik dari sisi pemerintah daerah, sementara Siti Aisyah dari HWDI berbagi praktik nyata dalam menentukan fokus komunikasi organisasi di tingkat daerah. Kehadiran para ahli ini diharapkan dapat memperkaya wawasan peserta dalam menyusun pesan yang tepat sasaran.
Dalam konteks pembangunan inklusif di Sidoarjo, peran OPDis dinilai sangat strategis. Mereka bertindak sebagai penghubung vital antara komunitas disabilitas, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui forum ini, peserta diajak untuk secara partisipatif mengidentifikasi isu prioritas, memetakan audiens strategis, serta menyusun prinsip komunikasi yang sederhana, jelas, dan mudah diakses oleh semua kalangan. Diskusi berlangsung dinamis dengan menekankan pada pertukaran pengalaman dan penguatan praktik komunikasi yang relevan serta berdampak.
Diskominfo Sidoarjo menekankan bahwa komunikasi yang efektif tidak hanya dinilai dari seberapa baik pesan disampaikan, tetapi juga dari dampaknya dalam memastikan setiap suara, termasuk suara penyandang disabilitas, dapat didengar dan dipahami dengan baik.
“Melalui pendekatan komunikasi yang lebih fokus, konsisten, dan inklusif, kami berharap kolaborasi antar pihak semakin kuat. Ini akan mampu mendorong perubahan nyata, khususnya dalam mendukung ekosistem pendidikan inklusif di Kabupaten Sidoarjo,” ujar perwakilan Diskominfo Sidoarjo.
Dengan adanya forum seperti ini, Pemkab Sidoarjo menunjukkan komitmennya untuk tidak meninggalkan siapa pun (no one left behind) dalam pembangunan, termasuk dalam hal akses informasi dan partisipasi publik bagi penyandang disabilitas.(Red)
