Perayaan Maulid Nabi SAW di sekretariat PWI Mojokerto.(suaraharianpagi.id/ds)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya menjadi momentum bagi insan pers untuk memperkuat nilai kejujuran, amanah, dan menyampaikan kebenaran dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PWI Mojokerto Raya, Jalan Pekayon Nomor 99, Kelurahan Kranggan, Kota Mojokerto, Senin malam (7/9), itu dikemas sederhana dan kekeluargaan. Selain diikuti anggota PWI, acara juga dihadiri sejumlah tamu undangan, termasuk jajaran kepolisian.
Pesan tersebut disampaikan Ustadz Rahman dalam tausiyahnya. Ia mengajak para wartawan menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalankan profesi, terutama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, Rasulullah SAW memiliki empat sifat utama yang patut diteladani, yakni shiddiq atau jujur, amanah, tabligh atau menyampaikan kebenaran, serta fathanah atau cerdas.
“Rasulullah mengajarkan kepada kita pentingnya kejujuran. Bagi seorang wartawan, kejujuran merupakan pondasi utama. Berita harus disampaikan berdasarkan fakta, bukan berdasarkan kepentingan pribadi ataupun kelompok,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan wartawan agar menjaga amanah terhadap informasi yang diperoleh. Setiap informasi harus melalui proses verifikasi sebelum disampaikan kepada masyarakat.
“Kalau Rasulullah dikenal sebagai manusia yang amanah, maka wartawan juga harus menjaga amanah ketika mendapatkan informasi. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya langsung disebarkan karena bisa merugikan orang lain,” jelasnya.
Di tengah pesatnya perkembangan media digital, Ustadz Rahman menilai prinsip tabayun semakin penting. Wartawan tidak boleh hanya mengejar kecepatan publikasi, tetapi juga harus memastikan informasi yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan hanya mengejar cepat, tetapi lupakan ketepatan. Sebab satu berita yang tidak benar bisa melukai seseorang, sementara satu berita yang benar dan bermanfaat bisa menjadi amal,” pesannya.
Ia berharap nilai-nilai Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah, mari kita buktikan dengan meneladani akhlaknya. Jujur dalam bekerja, amanah dalam menjalankan tugas, santun dalam berkomunikasi dan selalu berpihak pada kebenaran,” pungkasnya.
Ketua PWI Mojokerto Raya, Aminuddin Ilham, mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan momentum untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah sekaligus meneladani akhlaknya.
“Kita berharap dengan memperingati Maulid Nabi ini mendapatkan syafaat dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Yang lebih penting, kita bisa meneladani akhlak dan perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” kata Aminuddin.
Menurutnya, kegiatan keagamaan menjadi bagian dari upaya PWI Mojokerto Raya membangun kebersamaan sekaligus memperkuat nilai moral dan spiritual di lingkungan organisasi.
Selama memimpin PWI Mojokerto Raya, kata Aminuddin, kegiatan keagamaan juga terus dilakukan, di antaranya tadarus Al-Qur’an selama Ramadan, peringatan Maulid Nabi, Rajaban, serta kegiatan Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.
Sementara itu, Ketua Panitia Maulid Nabi PWI Mojokerto Raya, M. Zainudin, mengatakan kegiatan tersebut memang sengaja digelar secara sederhana tanpa mengundang banyak tamu.
“Terima kasih kepada seluruh anggota PWI dan para tamu yang hadir. Acara ini memang kami gelar secara sederhana dan tidak banyak mengundang tamu. Yang terpenting adalah kebersamaan dan bagaimana kita bersama-sama memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri AKP M.K. Umam, S.E., M.H., IPTU Toni Wicaksono selaku Kasi Humas Polres Mojokerto, dan IPTU Suhartanto, Kasi Humas Polres Mojokerto Kota.
Rangkaian acara juga dimeriahkan lantunan sholawat dan musik Al-Banjari Sabillah bersama Ustadz Hamsah yang dikenal dengan sebutan Brandal Qori.
Suasana semakin meriah saat panitia menggelar permainan berupa balon berisi uang tunai dengan nominal mulai Rp2 ribu hingga Rp50 ribu. Para anggota PWI antusias memecahkan balon untuk mendapatkan uang yang telah disiapkan di dalamnya.
Suara letusan balon yang terdengar berulang kali sempat membuat suasana sekretariat riuh. Namun, suasana tersebut justru diwarnai gelak tawa dan menjadi penutup acara yang mempererat keakraban anggota PWI Mojokerto Raya.
Meski sederhana, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi insan pers untuk membawa nilai kejujuran, amanah, dan keberpihakan pada kebenaran dalam menjalankan tugas jurnalistik. *ds
#pwi #pwimojokerto
