Bupati Jombang H. Warsubi, S.H., M.Si. hadir sekaligus membuka langsung Tradisi Grebeg Tahu kembali digelar meriah di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang.(suaraharianpagi.id/ds)
Jombang – suaraharianpagi.id
Tradisi Grebeg Tahu kembali digelar meriah di Dusun Bapang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jumat (4/9). Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dan HUT Jam’iyah Mahabbaturrosul (JMR) ke-62 itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Bupati Jombang H. Warsubi, S.H., M.Si. hadir sekaligus membuka langsung rangkaian kegiatan yang menjadi salah satu bentuk pelestarian tradisi sekaligus sarana memperkenalkan potensi kuliner lokal masyarakat Sumbermulyo.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Pimpinan Jam’iyah Mahabbaturrosul Gus Aunur Rokhim, Sekretaris Daerah Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., jajaran Asisten dan Staf Ahli, kepala OPD terkait, Camat dan Forkopimcam Jogoroto, serta jajaran Pemerintah Desa dan BPD setempat.
Bupati Warsubi mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam mempertahankan tradisi Grebeg Tahu. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum keagamaan dan budaya, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya menyampaikan selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Jam’iyah Mahabbatur Rosul. Mudah-mudahan semakin memberikan manfaat dan maslahat bagi umat,” ujar Warsubi.
Menurutnya, keberadaan sentra produksi tahu di Desa Sumbermulyo merupakan potensi ekonomi yang patut dikembangkan. Grebeg Tahu dapat menjadi media promosi untuk memperkenalkan produk masyarakat kepada khalayak yang lebih luas.
“Saya menyambut baik pelaksanaan tradisi tahunan Grebeg Tahu sebagai upaya untuk mempromosikan potensi Desa Sumbermulyo, serta menumbuhkan kecintaan terhadap makanan lokal kita. Ini juga merupakan wujud syukur kepada Allah SWT, karena di Kecamatan Jogoroto, khususnya Desa Sumbermulyo, terdapat banyak pengusaha tahu,” jelasnya.
Warsubi berharap para pelaku UMKM tahu tidak berhenti pada pasar lokal. Dengan dukungan promosi dan inovasi, produk tahu khas Sumbermulyo diharapkan mampu berkembang hingga pasar regional bahkan nasional.
Menurutnya, perkembangan UMKM berbasis pangan lokal juga dapat menjadi bagian dari penguatan sektor pariwisata Jombang. Kekayaan wisata daerah, mulai dari wisata alam, religi, pertanian, budaya hingga kuliner, dinilai dapat saling mendukung.

“Saya berharap kegiatan Grebeg Tahu setiap tahunnya senantiasa mendapatkan antusiasme masyarakat, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Jogoroto dan sekitarnya. Hal ini tentu akan semakin melengkapi potensi wisata Kabupaten Jombang, baik wisata alam, religi, pertanian, budaya, hingga kuliner,” katanya.
Di tengah perkembangan teknologi digital, Bupati juga mengingatkan pelaku UMKM agar tidak hanya mengandalkan promosi. Kualitas produk harus menjadi prioritas agar usaha dapat bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
“Promosi dapat dilakukan secara lebih gencar, apalagi saat ini banyak hal cepat menjadi viral melalui media sosial. Namun tentu saja, jangan asal viral. Kualitas dan mutu produk harus selalu dijaga demi keberlanjutan usaha,” tegasnya.
Kemeriahan Grebeg Tahu semakin terasa saat 14 peserta mengikuti pawai gunungan tahu. Beragam gunungan tahu kemudian menjadi perhatian warga dan diperebutkan masyarakat yang hadir.
Menariknya, sejumlah gunungan dibuat dengan bentuk ikonik Kabupaten Jombang, di antaranya menyerupai Ringin Contong, Masjid Agung Jombang, dan Pendopo Kabupaten Jombang.
Seluruh gunungan tersebut didukung para pengusaha tahu di Desa Sumbermulyo. Selain menjadi bagian dari tradisi, pawai tersebut sekaligus menunjukkan kreativitas pelaku usaha dalam mengemas produk pangan lokal menjadi atraksi yang menarik bagi masyarakat.
Bupati Warsubi pun menyampaikan apresiasi kepada panitia, pelaku UMKM, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap semangat kebersamaan dan kreativitas masyarakat dapat terus dipertahankan sehingga tradisi Grebeg Tahu mampu memberikan manfaat lebih luas bagi perekonomian sekaligus memperkuat identitas kuliner Kabupaten Jombang. *ds
#jombang #grebegtahu #umkm
