Gebyak Kesenian Bantengan yang digelar di Rest Area Dusun Claket, Desa Claket.(suaraharianpagi.id/red)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Kesenian tradisional Bantengan menjadi salah satu warna dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 22 grup Bantengan tampil dalam Gebyak Kesenian Bantengan yang digelar di Rest Area Dusun Claket, Desa Claket, Selasa (25/8).
Pertunjukan yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 21.00 WIB tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menyaksikan langsung atraksi kesenian tradisional yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Pacet.
Sedikitnya 150 peserta dari berbagai wilayah di Kecamatan Pacet terlibat dalam gelaran tersebut. Di bawah penanggung jawab Anang Mawardi bersama kru Bantengan Tritunggal Claket, rangkaian kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta, kemudian dilanjutkan pawai pemberangkatan dari titik awal hingga pertunjukan atraksi di garis finis.
Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan eksistensi kesenian Bantengan di tengah perkembangan zaman. Keterlibatan puluhan grup sekaligus menunjukkan masih kuatnya minat masyarakat terhadap kesenian tradisional lokal.
Polisi Terjunkan 17 Personel
Tingginya antusiasme masyarakat membuat pengamanan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan kegiatan. Polsek Pacet menerjunkan personel gabungan untuk memastikan seluruh rangkaian pertunjukan berjalan aman dan tertib.
Kanit Reskrim Polsek Pacet IPDA Ali Maskur, S.H., hadir di lokasi mewakili Kapolsek Pacet. Sebanyak 17 personel dilibatkan dalam pengamanan, terdiri dari delapan anggota Polri, satu anggota TNI, lima anggota Linmas Desa Claket, serta tiga orang dari unsur panitia.
Kapolsek Pacet AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H., mengapresiasi seluruh pihak yang turut menjaga kelancaran kegiatan. Menurutnya, sinergi antara aparat keamanan, panitia dan masyarakat menjadi kunci terciptanya suasana yang aman dan kondusif.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme warga dan panitia dalam melestarikan budaya lokal melalui kesenian Bantengan ini. Sinergi antara kepolisian, TNI, Linmas, dan masyarakat sangat luar biasa,” ujar AKP Mohammad Khoirul Umam.
Ia menegaskan, kehadiran personel kepolisian tidak hanya untuk melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat yang mengikuti maupun menyaksikan kegiatan.
“Kehadiran Polri di sini adalah wujud komitmen kami, sebagai Polisi Rakyat, untuk memastikan seluruh rangkaian acara HUT RI berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif hingga selesai,” katanya.
Gebyak Kesenian Bantengan yang menjadi agenda rutin menjelang peringatan kemerdekaan tersebut berlangsung hingga malam hari. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti, dengan situasi keamanan tetap terkendali.
Kemeriahan Gebyak Bantengan di Claket sekaligus memperlihatkan bahwa momentum perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk menjaga tradisi, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal. *ds
#kar




