Petugas juga memberikan pembinaan kepada sejumlah anggota Konvoi yang berhasil diamankan polisi.(suaraharianpagi.id/ds)
Kabupaten Mojokerto – suaraharianpagi.id
Polsek Gondang, jajaran Polres Mojokerto, membubarkan konvoi sekelompok pemuda yang diduga merupakan anggota Perguruan Silat Pagar Nusa Cabang Mojokerto. Aksi tersebut berlangsung di Jalan Raya Desa Pugeran, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Minggu (9/8) sekitar pukul 00.30 WIB.
Dalam penertiban tersebut, polisi mengamankan 17 peserta beserta 20 unit sepeda motor yang digunakan dalam rombongan. Sejumlah atribut perguruan silat dan telepon seluler turut diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.
Konvoi tersebut diduga terjadi setelah sejumlah anggota Pagar Nusa menghadiri kegiatan Pengukuhan Anggota Tetap Pagar Nusa Ranting Jatirejo di Pondok Pesantren Ismul Haq, Dusun Kowang, Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo.
Sebelum kegiatan berlangsung, panitia bersama Wakil Ketua Pagar Nusa Cabang Mojokerto disebut telah memberikan jaminan kepada pihak kepolisian bahwa kegiatan akan selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Namun, setelah kegiatan berakhir, sejumlah peserta masih bergerak secara berkelompok menggunakan sepeda motor menuju arah Kecamatan Gondang.
Saat melintas di Jalan Raya Desa Pugeran, rombongan tersebut diduga menggunakan badan jalan hingga menutup lajur dan mengganggu pengguna jalan lainnya. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan masyarakat kepada kepolisian.
Merespons laporan tersebut, personel piket siaga Polsek Gondang di bawah pimpinan Kapolsek Gondang AKP Ryando Ervandes Lubis, S.Tr.K., S.I.K., M.H., langsung mendatangi lokasi. Petugas kemudian membubarkan rombongan dan mengamankan para peserta untuk dilakukan pemeriksaan.
Sekitar pukul 01.50 WIB, para peserta beserta barang yang diamankan dibawa ke Mako Polres Mojokerto. Penanganan selanjutnya diambil alih oleh piket Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto.
Polisi kemudian melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap seluruh peserta untuk mengetahui identitas serta kronologi kegiatan. Petugas juga memberikan pembinaan mengenai pentingnya menjaga ketertiban umum, keselamatan berlalu lintas, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.
Terhadap peserta yang masih di bawah umur, kepolisian berkoordinasi dengan orang tua atau wali. Mereka diberikan pendampingan sekaligus pemahaman agar tidak mengulangi tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen, para peserta juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa serta ikut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.
Kapolres Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan perguruan silat seharusnya menjadi ruang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, persaudaraan, dan prestasi.
“Setiap kegiatan masyarakat harus tetap menghormati hak masyarakat lainnya. Kami mengedepankan langkah persuasif dan pembinaan, namun apabila terdapat tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum, kepolisian akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Kapolres juga meminta seluruh perguruan silat, panitia, anggota, maupun simpatisan untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian sebelum menggelar kegiatan. Pengurus dan panitia diminta memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai ketentuan, termasuk mencegah adanya konvoi yang berpotensi mengganggu pengguna jalan.
Berdasarkan pemantauan kepolisian, kegiatan Pengukuhan Anggota Tetap Pagar Nusa Ranting Jatirejo di Pondok Pesantren Ismul Haq tersebut disebut tidak menyampaikan pemberitahuan kepada pihak kepolisian, baik Polsek maupun Polres.
Di sisi lain, pada 8 Agustus 2026 juga berlangsung Pertandingan KEJURCAB II Pagar Nusa Cabang Mojokerto di Kantor Wakil Bupati Mojokerto. Kondisi tersebut menjadi perhatian kepolisian agar seluruh kegiatan perguruan silat dapat berjalan aman, tertib, dan tidak memicu gangguan kamtibmas.
Polres Mojokerto berharap seluruh pihak, mulai dari panitia, pengurus perguruan silat, peserta, orang tua hingga masyarakat, memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kondusivitas wilayah. Koordinasi sejak sebelum kegiatan hingga seluruh rangkaian acara selesai dinilai penting untuk mencegah munculnya aktivitas yang dapat meresahkan masyarakat.
Kepolisian memastikan upaya preemtif, preventif, hingga penegakan hukum secara terukur akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polres Mojokerto juga mengajak para anggota perguruan silat, khususnya generasi muda, menyalurkan semangat kebersamaan melalui kegiatan positif yang mengedepankan prestasi, sportivitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab. *dsy
Tag :
#polresmojokerto #polsekgondang
