Polisi sedang evakuasi sopir truk yang meninggal di dalam mobil.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Seorang sopir truk ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Bypass, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Hasil pemeriksaan medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menduga korban meninggal akibat penyakit jantung dan diabetes yang dideritanya.
Korban diketahui berinisial M (57), warga Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Saat ditemukan, korban berada di sekitar truk yang dikemudikannya di tepi Jalan Bypass Kota Mojokerto.
Peristiwa tersebut bermula ketika Polres Mojokerto Kota menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya seorang pria yang tergeletak dan diduga telah meninggal dunia di Jalan Raya Bypass.
Mendapatkan laporan itu, Perwira Pengawas (Pawas) Polres Mojokerto Kota Iptu Basoni, SH bersama Pamapta Ipda Aditya, personel Samapta, piket fungsi Polres Mojokerto Kota, serta anggota Polsek Magersari langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Di lokasi kejadian, petugas mengamankan area sekitar dan melakukan pemeriksaan awal terhadap korban. Setelah proses identifikasi dan olah TKP selesai, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil visum dokter, tidak ditemukan adanya luka ataupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter menduga korban meninggal dunia akibat komplikasi penyakit diabetes dan gangguan jantung.
Selain melakukan pemeriksaan, petugas kepolisian juga berupaya menghubungi pihak keluarga korban. Tak lama kemudian, keluarga berhasil dihubungi dan telah menerima informasi mengenai peristiwa yang menimpa korban.
Perwira Pengawas (Pawas) Polres Mojokerto Kota Iptu Basoni, SH mengatakan, seluruh rangkaian penanganan dilakukan sesuai prosedur setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat.
“Kami langsung mendatangi lokasi bersama personel Samapta, piket fungsi, dan anggota Polsek Magersari setelah menerima laporan dari masyarakat. Selanjutnya dilakukan olah TKP dan korban dievakuasi ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo untuk pemeriksaan medis,” ujar Iptu Basoni.
Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan dokter memastikan tidak ada unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.
“Hasil visum menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya, yakni diabetes dan gangguan jantung,” jelasnya.
Iptu Basoni menambahkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai ketentuan.
“Kami juga telah menghubungi keluarga korban. Penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan humanis agar keluarga memperoleh kepastian terkait penyebab meninggalnya korban,” pungkasnya.
Polres Mojokerto Kota memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Dengan hasil pemeriksaan medis yang menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan, kematian korban diduga murni disebabkan oleh faktor kesehatan. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.(Dsy)
