Pemberangkatan Kirab Budaya Mojo Bangkit HUT Kota Mojokerto Ke 108 di Alun-alun Wiraraja. (suaraharianpagi.id/ds)
Mojokerto – suaraharianpagi.id
Ribuan warga memadati sepanjang rute Kirab Budaya Mojo Bangkit yang menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto, Sabtu (27/6).
Sebanyak 1.080 peserta menampilkan atraksi seni, budaya, dan teatrikal yang mengangkat kejayaan Kerajaan Majapahit, sehingga berhasil memukau masyarakat yang memadati lokasi acara.
Kirab budaya diberangkatkan dari Alun-alun Wiraraja, kemudian melintasi Jalan Majapahit dan Jalan Bhayangkara sebelum berakhir di Balai Kota Mojokerto. Antusiasme masyarakat terlihat sejak siang hari. Warga dari berbagai daerah berjejer di sepanjang sisi jalan untuk menyaksikan parade budaya yang berlangsung meriah.
Mengusung tema “Banjaran Majapahit”, kirab mengisahkan perjalanan tiga masa penting Kerajaan Majapahit, mulai dari era Raden Wijaya (Dyah Wijaya) sebagai pendiri kerajaan, masa kepemimpinan Tribhuwana Tunggadewi yang memperluas wilayah kekuasaan, hingga puncak kejayaan Majapahit di bawah pemerintahan Prabu Hayam Wuruk.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengatakan tema Mojo Bangkit memiliki makna filosofis sebagai simbol kebangkitan Kota Mojokerto dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat dengan tetap berlandaskan semangat kejayaan Majapahit.
“Mojo Bangkit secara filosofis mengandung makna kebangkitan Kota Mojokerto di berbagai aspek kehidupan masyarakat, sejalan dengan semangat Spirit of Majapahit yang terus kita gelorakan,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita.
Kemegahan kirab semakin terasa melalui penampilan sendratasik yang mengisahkan berdirinya Kerajaan Majapahit. Tak hanya itu, pertunjukan teatrikal bertema kebangkitan pemuda juga menyampaikan pesan tentang pentingnya generasi muda menjaga nilai-nilai luhur budaya sekaligus membangun masa depan bangsa.
Menurut Ning Ita, seluruh rangkaian Kirab Budaya Mojo Bangkit tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menjadi media edukasi sejarah kepada masyarakat.
“Rangkaian Kirab Budaya Mojo Bangkit menyampaikan pesan filosofi dan nilai moral agar sejarah menjadi fondasi perjuangan dalam membangun masa depan Kota Mojokerto,” tuturnya.
Suasana semakin semarak saat Marching Band Gita Jala Taruna Akademi Angkatan Laut tampil memukau dengan atraksi musik dan formasi yang atraktif. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton yang memenuhi sepanjang rute kirab.
Berbagai kesenian tradisional turut memperkaya kemeriahan acara, mulai dari Reog, Barongsai, Bantengan, hingga beragam pertunjukan budaya lainnya yang menggambarkan keberagaman budaya Nusantara dalam semangat persatuan. Dentuman petasan yang menghiasi langit Kota Mojokerto semakin menambah kemegahan perayaan malam itu.
Kirab Budaya Mojo Bangkit menjadi salah satu agenda unggulan dalam peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto. Selain sebagai hiburan rakyat, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat identitas Kota Mojokerto sebagai Bumi Majapahit sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat melalui pelestarian seni dan budaya.
Ning Ita berharap Kirab Budaya Mojo Bangkit dapat terus berkembang dan menjadi agenda budaya tahunan yang mampu menarik wisatawan sekaligus melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Saya punya harapan besar kegiatan Kirab Budaya Mojo Bangkit menjadi ikon seni budaya tahunan Kota Mojokerto yang bisa melibatkan seluruh elemen masyarakat secara langsung,” pungkasnya. *ds
Tag :
#kotamojokerto #diskominfokotamojokerto
