Petugas PJR 3 Polda Jatim saat di lokasi untuk olah TKP.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Jombang – Suaraharianpagi.id
Sebuah mobil pikap Isuzu Traga pengangkut daging ayam mengalami kecelakaan tunggal di ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jo-Mo) KM 704 jalur B, Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Kendaraan tersebut oleng setelah diduga mengalami pecah ban belakang kanan hingga menabrak guardrail dan terperosok ke median tengah tol.
Meski kecelakaan sempat mengakibatkan muatan daging ayam tumpah ke bahu jalan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.
Mobil pikap bernopol S 8273 WQ itu dikemudikan Setiawan Putra (36), warga Dusun Cangkringan, Desa Mejoyolosari, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang.
Saat kejadian, ia ditemani seorang penumpang, Musyafa (18), warga Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Jombang.
Panit PJR 3 Ditlantas Polda Jatim Ipda Ridho Pramana menjelaskan, peristiwa bermula saat kendaraan melaju dari arah Mojokerto menuju Jombang dengan kecepatan sedang sambil membawa muatan daging ayam.
“Ketika melintas di KM 704 jalur B, diduga ban kanan belakang kendaraan pecah mendadak. Sopir kehilangan kendali sehingga kendaraan oleng ke kiri dan menabrak guardrail,” kata Ipda Ridho Pramana.
Benturan tersebut membuat sebagian muatan daging ayam terlempar dan berserakan di bahu jalan. Kendaraan kemudian terus melaju tak terkendali hingga akhirnya berhenti setelah masuk ke median tengah jalan tol.
Menurut Ipda Ridho, kondisi lalu lintas saat kejadian terpantau landai dan lancar, sementara cuaca di lokasi dalam keadaan mendung.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menduga kuat kecelakaan dipicu faktor teknis berupa pecah ban belakang kanan.
“Tidak ada korban dalam kejadian ini, baik luka berat, luka ringan maupun meninggal dunia. Kerugian material pada kendaraan ditaksir sekitar Rp10 juta, sedangkan kerusakan sarana tol masih dalam proses perhitungan,” ujarnya.
Begitu menerima laporan, petugas PJR 311 yang terdiri dari Aipda Agus dan Bripka Umar bersama pengelola Tol Jombang-Mojokerto langsung mendatangi lokasi.
Petugas melakukan serangkaian penanganan mulai dari pengaturan arus lalu lintas, olah tempat kejadian perkara (TKP), dokumentasi, pengumpulan keterangan saksi, hingga evakuasi kendaraan ke Pos 684.
Ipda Ridho mengimbau para pengendara untuk selalu memastikan kondisi kendaraan, terutama bagian ban, sebelum melakukan perjalanan jauh melalui jalan tol.
“Kami mengingatkan pengguna jalan untuk rutin memeriksa tekanan dan kondisi ban. Faktor teknis seperti pecah ban kerap menjadi penyebab kecelakaan di jalan tol,” pungkasnya.(Dsy)
