Truk koperasi merah putih yang terlibat kecelakaan di Mojosari.(Suaraharianpagi.id/dsy)
Mojokerto – Suaraharianpagi.id
Kecelakaan maut melibatkan sepeda motor dengan truk Koperasi Merah Putih terjadi di Jalan Raya Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Minggu (16/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan seorang pelajar asal Surabaya meninggal dunia, sementara rekannya mengalami luka-luka.
Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi L-3037-BBA yang dikendarai F.A. (16), warga Kota Surabaya, dengan membonceng A.A.F. (16), serta truk Koperasi Merah Putih bernomor polisi B-9913-XLZ yang dikemudikan A.Y. (42), warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Ipda Beni Hermawan, S.H., mengatakan peristiwa nahas itu bermula saat sepeda motor melaju dari arah selatan menuju utara. Di saat bersamaan, truk Koperasi Merah Putih melintas dari arah berlawanan, yakni utara ke selatan.
“Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor diduga kehilangan konsentrasi dan oleng ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, truk Koperasi Merah Putih melaju dari arah depan sehingga tabrakan tidak dapat dihindari,” kata Ipda Beni Hermawan, Minggu.
Benturan keras membuat pengendara sepeda motor mengalami luka berat. Korban sempat dilarikan ke RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari untuk mendapat pertolongan medis.
“Korban pengendara sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Sementara pembonceng mengalami luka pada kaki kanan dan masih menjalani perawatan,” ujarnya.
Ipda Beni menjelaskan, petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan kecelakaan. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan yang terlibat, meminta keterangan saksi, serta melaksanakan proses administrasi penyelidikan.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ditemukan faktor teknis kendaraan maupun kondisi jalan yang menjadi penyebab insiden tersebut.
“Faktor dominan diduga berasal dari kelalaian pengendara sepeda motor yang kurang berhati-hati saat berkendara, sehingga kehilangan kendali dan masuk ke jalur lawan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan truk Koperasi Merah Putih dalam kecelakaan ini murni karena posisi kendaraan berada di jalurnya saat sepeda motor tiba-tiba berpindah arah.
“Untuk kendaraan truk berjalan normal di lajurnya. Dugaan sementara kecelakaan dipicu sepeda motor yang melebar ke kanan,” tegasnya.
Akibat kecelakaan tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp2 juta.
Satlantas Polres Mojokerto mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kondisi fisik prima saat berkendara dan tetap menjaga konsentrasi, terutama saat melintas di jalur padat kendaraan besar.(Dsy)
