
Lamongan – suaraharianpagi.id
Salah Satu warga Desa Blumbang Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan ditemukan meninggal dunia. Ngatemo (69) diduga meninggal dunia secara mendadak dengan posisi tertelungkup di sawah miliknya di Dusun Suwalan, Desa Blumbang, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan.
Kapolsek Maduran AKP Sudianto mengatakan, sebelum ditemukan meninggal di sawahnya, korban sekitar pukul 08.00 WIB berpamitan kepada yakni saksi Ngapiyah (47) ke sawahnya di Dusun Carangkuning, Desa Blumbang. Dia mengendarai sepeda motor Yamaha VEGA warna merah namun hingga siang korban belum pulang seperti biasanya, “Keluarga korban sempat panik dan saat itu juga memutuskan mencari ke sawah karena hingga siang hari korban belum pulang dan tidak seperti biasanya,” kata AKP Sudianto Kepada awak media, Minggu (30/7).
Lanjut AKP Sudianto, Saat pencarian, keluarga korban mendapatkan kabar dari tetangganya yakni saksi Martono (55). Dia memberitahu bahwa sepeda motor korban terparkir sejak pagi hingga sore hari di pinggir Masjid NU At Taubah, Dusun Carangkuning. Mendengar kabar tersebut mereka kemudian segera mencari keberadaan korban di sekitar lokasi sepeda motor.
Dalam pencarian tersebut berlanjut hingga ke sawah milik korban di Dusun Suwalan, Desa Blumbang. Dan akhirnya, mereka menemukan korban dalam kondisi tertelungkup, dengan posisi kepala menghadap ke timur dan kaki mengarah ke barat, di tengah tanaman padi. “Sayangnya, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan tubuhnya kaku,”terangnya.
Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Maduran untuk penanganan lebih lanjut. Adapun Ciri-ciri korban yang ditemukan adalah mengenakan baju lengan panjang polos berwarna biru, dengan tinggi sekitar 155 cm dan berat badan sekitar 60 kg. Korban memiliki rambut putih yang pendek, dan tidak ditemukan luka atau tanda penganiayaan pada tubuhnya.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, sebelum pergi ke sawah, Ngatemo mengeluh tidak enak badan dan merasa kecapekan. Di katakan keluarga bahwa ngatemo juga sempat meminum obat Neo remacil sebelum berangkat. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukannya proses hukum lebih lanjut.
Mereka juga membuat surat pernyataan yang menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki otopsi dilakukan. “Kemungkinan besar, korban meninggal karena kelelahan karena usianya yang sudah lanjut dan kondisi kesehatannya yang tidak baik sebelum berangkat ke sawah,” tuturnya * Ind