
Kota Mojokerto – suaraharianpagi.id
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto mengadakan media gathering sebagai bentuk sosialisasi hasil Pilkada Serentak 2024 kepada awak media, baik dari media cetak maupun elektronik di kantor KPU Kota Mojokerto, Jalan Pahlawan No. 11. Senin (17/3) sore.
Ketua KPU Kota Mojokerto, Usmuni, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sebenarnya direncanakan sebelum bulan Ramadan. Namun, mempertimbangkan situasi pasca pemilihan yang masih menjadi perhatian publik, KPU akhirnya memilih untuk menyelenggarakannya hari ini.
“Kegiatan evaluasi hasil Pilkada Serentak 2024 ini awalnya dijadwalkan sebelum bulan puasa, tetapi karena suasana pasca penetapan wali kota terpilih masih dinamis, maka baru bisa kita laksanakan sekarang. Sekaligus, ini juga menjadi ajang silaturahmi dan buka puasa bersama rekan-rekan media,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Mojokerto, Suwaji, menegaskan seluruh proses pengawasan selama Pilkada telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Mulai dari pengawasan di tingkat ad hoc hingga internal KPU, semuanya dilakukan dengan baik dan transparan.
“Kami memastikan bahwa seluruh tahapan Pilkada telah diawasi secara ketat dan sesuai prosedur. Kami juga berterima kasih kepada media yang terus mengawal setiap perkembangan Pilkada Serentak 2024,” ujarnya.
Sementara itu, Divisi Teknis dan Penyelenggaraan, Ulil Abshor, menyampaikan apresiasi terhadap media yang berperan aktif dalam menyebarluaskan informasi pemilu kepada masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan pemilu ke depan.
“Saat ini kita berada dalam tahap evaluasi, sesuai dengan arahan dari KPU pusat. Kita perlu terus mencari cara agar pemilu berikutnya dapat berjalan lebih baik,” tuturnya.
Sebagai bagian dari evaluasi, KPU Kota Mojokerto juga menegaskan bahwa Daftar Pemilih Tetap Berkelanjutan (DPTB) akan diperbarui setiap tiga bulan untuk memastikan validitas data pemilih. Selain itu, wacana pemisahan jadwal pemilu kembali mencuat, di mana Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden berpotensi digelar secara terpisah seperti pada Pemilu 2004.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat, Yahya Sachrul Wahyu Iman A, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses Pilkada Serentak 2024 di Kota Mojokerto. Ia juga mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi, dengan angka 76,54 persen untuk pemilihan gubernur dan 75,74 persen untuk pemilihan wali kota.
“Seluruh tahapan, mulai dari pencalonan hingga penetapan pemenang, berlangsung dengan aman dan kondusif. Kami juga berterima kasih kepada media yang telah aktif dalam pemberitaan, mulai dari sosialisasi pemilu hingga proses rekrutmen anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK),” tambahnya.
Ketua KPU Kota Mojokerto, Usmuni, menyoroti bahwa tingkat partisipasi dalam Pilkada 2024 tidak jauh berbeda dengan Pilkada 2018. Meski jumlah pasangan calon berkurang dari empat menjadi dua, jumlah pemilih justru meningkat dari sekitar 97 ribu pada 2018 menjadi 105.313 pemilih pada 2024.
“Dengan adanya peningkatan jumlah pemilih, namun tingkat partisipasi yang relatif sama, ini menjadi bahan evaluasi bagi kita untuk mendorong partisipasi masyarakat yang lebih tinggi lagi di pemilu mendatang,” pungkasnya.
Melalui media gathering ini, KPU Kota Mojokerto berharap dapat terus meningkatkan transparansi dan memperkuat evaluasi demi penyelenggaraan pemilu yang lebih baik di masa depan. *red